Kata Sambutan
Ketua Dewan Pembina
Selamat atas peluncuran buku BUDAYA & Tarombo Parna ini, sebuah sejarah karya yang menghadirkan jejak perjalanan leluhur kita. Buku ini bukan hanya penanda sejarah, tetapi juga pengikat rasa kebanggaan kita terhadap budaya dan asal-usul marga-marga Parna. Semoga buku ini memberi inspirasi untuk terus melestarikan nilai-nilai leluhur yang ada dalam darah dan jiwa kita demi masa depan keluarga besar Parna.
Jakarta, Agustus 2025
Prof. Dr. Ir. Bungaran Saragih, Ph.D
Menteri Pertanian 2000-2004


Kata Sambutan
Ketua Umum
Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, buku silsilah atau tarombo Pomparan Raja Naiambaton secara resmi diterbitkan. Silsilah / Tarombo Pomparan Raja Naiambaton (baca: PARNA) ini merupakan tarombo yang sah dan bisa dijadikan pedoman dalam hubungan kekeluargaan antar seluruh warga PARNA di mana pun berada. Buku silsilah / tarombo PARNA ini terbit untuk pertama sekali dengan persetujuan para Ketua Punguan Marga dalam lingkungan keluarga besar PARNA.
Proses penyusunan silsilah / tarombo ini memerlukan waktu yang cukup lama, hampir 2 (dua) tahun. Penyusunan silsilah / tarombo ini merupakan bagian dari Rencana Kerja Kepengurusan Parna. Kegiatan ini terhenti selama 2 (dua) tahun pada masa Covid-19, dihitung sejak pertengahan tahun 2020 hingga akhir tahun 2022.
Syukurlah sejak awal tahun 2023 kegiatan tim penyusun tarombo bisa dimulai sampai akhirnya buku tarombo ini berhasil diselesaikan dan diterbitkan. Bersamaan dengan penulis dan penyusunan tarombo ini, Pesta Syukuran Parna dilaksanakan pada pertengahan tahun 2023 di Samosir, tepatnya di Desa Tandarabun.
Pesta Syukuran Parna juga merupakan bagian dari proses penyusunan/penulisan Tarombo Parna. Saat Pesta Syukuran Parna dilaksanakan peletakan Batu Prasasti Parhutaan ni Raja Naiambaton gelar Tuan Sorba Di Julu dan Oppu Raja Nabolon di Sijambur Nabolak Pusuk Buhit.
Penyusunan Tarombo Parna ini diawali dengan penelusuran Sejarah si Raja Batak, Raja Isumbaon, Tuan Sori Mangaraja sampai dengan Sejarah Raja Naiambaton. Data yang digunakan bersumber dari cerita tokoh-tokoh marga, dilengkapi dengan data tertulis yang dimiliki oleh tiap marga di dalam lingkungan PARNA. Penulisan dan penyusunan tarombo tentunya didukung oleh data yang akurat dilengkapi dengan wawancara, dan aktivitas paradaton.
Semua data dan bahan di analisis dan disimulasikan dengan waktu kejadian tertulis yang ada. Juga dibantu dengan kajian atas referensi buku dan situs-situs yang masih dapat kita jumpai di beberapa tempat di sekitar Gunung Pusuk Buhit, dan sekitar persebaran awal Pomparan Raja Naiambaton, mulai dari Pangururan/sekitarnya sampai ke desa Tamba terus ke arah utara Pulau Samosir, Simanindo, Ambarita dan Tomok.
Si buku tarombo ini menjelaskan dan menetapkan bahwa Raja Naiambaton mempunyai lima orang anak laki-laki dengan nama masing-masing yaitu Bolon Tua, Tamba Tua, Saragi Tua, Munte Tua, dan Nahampun Tua serta satu orang anak perempuan bernama Pinta Haomasan yang menikah dengan Raja Silahi Sabungan.
Tidak ada silsilah / tarombo PARNA yang lain diluar silsilah / tarombo ini. Saya berharap buku silsilah / tarombo dapat memberikan manfaat bagi semua orang yang memerlukan khususnya bagi seluruh Pomparan Raja Naiambaton dimana pun berada. Buku ini dapat menjadi acuan dan pembelajaran bagi generasi muda PARNA atau mahasiswa perguruan tinggi yang sedang mengkaji silsilah keturunan marga tertentu.
Selaku Ketua Umum Parsadaan Parna Indonesia, saya mengajak semua saudaraku warga PARNA dimana pun berada, untuk menerapkan tarombo ini dalam membangun persaudaraan menjalin tali kekeluargaan sesama warga PARNA.
Generasi muda PARNA harus memahami dan mengetahui tarombo yang sah dan benar. Dengan demikian hubungan persaudaraan sesama generasi muda PARNA dapat kita bangun sesuai ruhut ruhut paradaton. Dengan mengetahui tarombo melalui buku ini, maka persaudaraan di antara generasi muda akan semakin meningkat.
Untuk mengakhiri sambutan ini, saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penerbitan buku ini.
Terima kasih kepada Ketua Marga di lingkungan PARNA yang telah memberikan data, dukungan moril serta materiil dalam penulisan dan penyusunan buku Tarombo PARNA ini.
Terima kasih kepada seluruh Pengurus Parsadaan Parna Indonesia dan secara khusus saya sampaikan terima kasih kepada semua saudaraku yakni Tim Penulis buku Tarombo PARNA yang telah mengorbankan waktu dan tenaga demi suksesnya buku tarombo ini disusun dan diterbitkan.
Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa melimpahkan berkat-Nya kepada kita sekalian.
Salam hormat,
Jakarta, 20 Agustus 2025
Ketua Umum Parsadaan PARNA
Indonesia
Letjend. TNI. (Purn.)
Cornel Simbolon, M.Sc


